Pada suatu hari tinggalah seorang janda dan anak laki-lakinya. Sebut saja janda tersebut dengan nama Ibu Soebar dan anaknya Stopid. Si Stopid memang anak yang bego,itulah sebabnya Ibu Soebar selalu Berdoa dan memohon kepada TUHAN agar anaknya tersebut di beri kepintaran yang lebih. Sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya Ibu Soebar berjualan daging ayam di pasar,sementara si Stopid hanya tidur-tiduran dan bermalas-malasan di rumah. Walaupun begitu,Ibu Soebar tetap bersabar dan memaklumi saja sifat anaknya tersebut. Karena TUHAN melihat bahwa Ibu Soebar adalah orang yang sabar dan Berdoa selalu agar anaknya menjadi pintar serta mengasihi anaknya denagan tulus,maka TUHAN memberi Stopid kepintaran dan umur panjang untuk Ibu Soebar. Dan 20 tahun kemudian Stopid menjadi Direktur. Dan akhirnya Ibu Soebar dan anaknya hidup berbahagia.